Home » THOMAS APITZSCH

THOMAS APITZSCH

tom_apitzsch_sh
(English version below)
Thomas Apitzsch, seorang berkebangsaan Jerman yang tinggal di Jakarta, menjadi seorang photo-editor dan fotografer di tahun 80-an ketika ia masih bersekolah, untuk membiayai studinya di jurusan ekonomi & hukum di Universitas Jerman. Tak lama kemudian , ia mendirikan agen fotografi (ZONE V) yang lalu dibawanya ke Tokyo.
Di masa jayanya yang lalu, fotografi masih berupa kamera analog dan dijual dalam bentuk cetakan atau slide berwarna. Situs web masih dalam masa perkembangan awal dan gambar-gambar tidak dapat didistribusikan secara online. Agensi-nya akan memberikan lisensi atas pemakaian foto-foto untuk artikel editorial, kalender, iklan dan promosi. Para klien termasuk Asahi Pentax, Nippon Kogaku (Nikon), Mercedes Benz, Mitsubishi, GEO dan berbagai koran dan majalah Jepang & Jerman. Thomas juga bekerja sebagai fotografer, ia memotret dan menyusun essai tentang pasien yang dianiaya di rumah sakit jiwa di Italia (foto-fotonya mengilustrasikan buku investigasi “Jetzt bringt mir den, der singt”), meliputi hasil karya para pelukis Murales dari Sardegna (cetakan besar dapat dibeli di edisi spesial) atau memotret keheningan dan foto-foto di balik layar untuk sutradara seperti Verhoeven “Die Weisse Rose”.
Ia mempelajari teknik ruang gelap hitam-putih dalam lab milik Larry Bartlett, pemenang penghargaan Ilford “Printer of the Year” selama 3 kali berturut-turut, di Daily Express, London dan keterampilan foto studio-nya dengan magang sebagai asisten Avedon Eiichiro Sakata di Tokyo.
Di pertengahan tahun 80-an, ia menjual agensi-nya kepada “Imperial Press” dan mengejar karier dalam industri telekomunikasi dan komputer di mana kemudian ia memegang peran sebagai direktur pemasaran dan wakil presiden untuk sebuah perusahaan besar.
Thomas sekarang adalah seorang dosen di sebuah universitas di Indonesia dan juga menjadi pelatih untuk korporat di bidang pemasaran dan komunikasi visual. Kecintaannya pada fotografi mendorongnya untuk mencari teman-teman dan tantangan baru dalam fotografi, yang menjadi fokus dari Photo District Jakarta.

Thomas ada di Facebook.

Thomas Apitzsch, a German living in Jakarta, became a photo-editor and photographer in the 80’s as a student to fund his law and economy study at German Universities. Soon he founded a photography agency (ZONE V) which he later brought to Tokyo.
In these good old times photography was still entirely analogue and pictures were sold as prints or color-slides. The web was still in its infancy and images could not be distributed online. His agency would license the usage of photographs for editorial articles, calendars, advertisement and promotion. Clients included Asahi Pentax, Nippon Kogaku (Nikon), Mercedes Benz, Mitsubishi, GEO and many Japanese and German magazines and newspapers.
Thomas worked as a photographer as well, shooting essays of maltreated patients in a hospital for mentally ill people in Italy (His images illustrate the investigative book “Jetzt bringt mir den, der singt”), covering the works of the Sardegnian painters of the Murales (large prints could be bought in a special edition) or shooting the stills and behind the scene pictures for movie directors like Verhoeven “Die weisse Rose” .
He learned his black and white darkroom technique in the lab of the 3-times Ilford ‘Printer of The Year’ award winner Larry Bartlett at the Daily Express in London and his studio skills as an assistant to Avedon apprentice Eiichiro Sakata in Tokyo.
In the mid 80s he sold his agency to “Imperial Press” and pursued a career in the telecom and computer industry where he served as a marketing director and vice president for large corporations.
Thomas is now a lecturer at Indonesian universities and a trainer to corporates in the field of marketing and visual communication.
His passion for photography drives him to find new friends and new challenges in photography, which is the core of Photo District Jakarta.
Thomas is on facebook.